Hella S. Haasse Willem Nijholt / Jun 04, 2020

Oeroeg Oeroeg was mijn vriend Zo begint het beroemde prozadebuut van Hella S Haasse dat in als Boekenweekgeschenk verschijnt en dat in de loop der jaren in elf talen wordt vertaald Het is het aangrijpe

  • Title: Oeroeg
  • Author: Hella S. Haasse Willem Nijholt
  • ISBN: 9789059651005
  • Page: 426
  • Format: Paperback
  • Oeroeg was mijn vriend Zo begint het beroemde prozadebuut van Hella S Haasse, dat in 1948 als Boekenweekgeschenk verschijnt en dat in de loop der jaren in elf talen wordt vertaald.Het is het aangrijpende verhaal van de vriendschap tussen een Indonesische jongen en de zoon van een Nederlandse administrateur in het Nederlands Indi van voor de Tweede Wereldoorlog Geleid Oeroeg was mijn vriend Zo begint het beroemde prozadebuut van Hella S Haasse, dat in 1948 als Boekenweekgeschenk verschijnt en dat in de loop der jaren in elf talen wordt vertaald.Het is het aangrijpende verhaal van de vriendschap tussen een Indonesische jongen en de zoon van een Nederlandse administrateur in het Nederlands Indi van voor de Tweede Wereldoorlog Geleidelijk groeien de twee jongens uit elkaar Wanneer de ikfiguur, de Nederlandse jongen, na een studie in Delft terugkeert in het Indi dat nog net geen Indonesi is geworden, blijkt hun verwijdering te zijn uitgegroeid tot een kloof Oeroeg heeft gekozen voor zijn eigen volk en tegen de Nederlanders, dus ook tegen zijn vriend Vertwijfeld vraagt die zich af of hij voorgoed een vreemde zal zijn in het land van zijn geboorte.

    • Best Download [Hella S. Haasse Willem Nijholt] ✓ Oeroeg || [Science Book] PDF ✓
      426 Hella S. Haasse Willem Nijholt
    • thumbnail Title: Best Download [Hella S. Haasse Willem Nijholt] ✓ Oeroeg || [Science Book] PDF ✓
      Posted by:Hella S. Haasse Willem Nijholt
      Published :2020-03-26T11:59:09+00:00

    About "Hella S. Haasse Willem Nijholt"

      • Hella S. Haasse Willem Nijholt

        Hella S Haasse 1918 2011 was born in Batavia, modern day Jakarta She moved to the Netherlands after secondary school In 1945 she debuted with a collection of poems, entitled Stroomversnelling Momentum She made her name three years later with the novella given out to mark the Dutch Book Week, Oeroeg The Black Lake, 1948 As with much of her work, this tale of the friendship between a Dutch and an Indonesian boy has gained the status of a classic in the Netherlands Titles such as Het woud der verwachting In a Dark Wood Wandering, 1949 , Een nieuwer testament Threshold of Fire, 1966 and Mevrouw Bentinck of Onverenigbaarheid van karakter Mrs Bentinck or Irreconcilable in Character, 1978 have been greatly enjoyed by several generations.


    1. Videorecensione: youtu/pnBCF-npgDUUn romanzo di formazione che, come tipico dell'autrice, nasce dalla nostalgia e dal ricordo. Un'amicizia forte, indebolita e resa impossibile dalle assurdità della società e dell'inutile lotta tra popoli. A rendere veramente speciale questo libro è il forte clima di solitudine che attanaglia tutti i personaggi, il disorientamento, l'essere stranieri sempre e comunque e, soprattutto, la magica prosa della Haasse, sempre evocativa e bellissima.

    2. Apakah sudah terlambat? Apakah aku selamanya akan jadi orang asing di tanah kelahiranku, di bumi yang tak ingin aku tinggalkan?Apa arti dari tanah kelahiran? Itu yang jadi pertanyaan di benak saya setelah membaca kisah ini. Sama kah tanah kelahiran dengan status kewarganegaraan? Dimana tokoh "Aku" merasa Hindia adalah tanah kelahiran, tanah yang Ia cintai, tanah yang membentuk dirinya, tanah yang mengajarkan banyak hal, tanah yang menciptakan suka & duka, tanah yang memberikannya kehidupan. [...]

    3. Oeroeg kawanku. Bila kukenang kembali masa kecil dan tahun-tahun remajaku, sosok Oeroeg langsung muncul dalam benakku.Kalimat pertama ini begitu menusukku Karena setelah sehari aku membaca beberapa halaman dari buku ini, salah satu sahabat kecilku meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan tragisKini aku tak pernah bisa menghirup bau vanilla tanpa teringat gambaran ituLagi-lagi kalimat itu mencekatku kembali aku teringat sahabat kecilku, yang bahkan tak pernah kujumpai lagi semenjak Sekolah Menenga [...]

    4. ALURmengalirmantis, cara bercerita haasse seputar persahabatan masa kanak2 di pedalaman pegunungan priangan malah seperti dongeng di buku anak2, polos :D.TEMAdisampaikan dengan lugas oleh gerard, si penjelajah sekaligus tutor si tokoh "aku":"macan kumbang berbeda dari monyet, tapi apakah yang satu lebih rendah dari yang lain?bagimu ini pertanyaan bodoh, dan kau benar. pertanyaan ini tetap sama bodohnya bila menyangkut manusia."tema perbedaan sosial sangat familiar untuk haasse yang mempunyai lat [...]

    5. The story is not the strong point of the book: the characters are of nothing special; the plot is mundane at best and the ending is typical classic. However what I able to get from the book is the author's impressive eye for details and insight. The strongest point of the book is also the author's ability to conjure vivid images about the environment, which in this case is Sukabumi, the place where my mother lived in her childhood and also where she grew and where we go whenever there are family [...]

    6. Nick Boshuijer, V5aBoek: OeroegSchrijver: Hella S. HaassePerspectief: Ik-persoonTweet:Twitter goes jaren 40! Leven in een plantersfamilie in Nederlands Indië is geen aanrader voor jullie toekomstigenTweet:Eindelijk actie! Vanavond bezoek aan Telaga Hideung (zwarte meer), kan niet wachten.Tweet:Bijna verdronken in het meer. Helaas is Depoh niet meer onder ons. Heeft zich opgeofferd, wat een verdriet.Tweet:In al het drama een nieuwe vriend ontmoet: Oeroeg. Zoon van Depoh. Gaat mee naar de Inlands [...]

    7. Oeroeg adalah karya sastra yang menceritakan tentang Indonesia, tetapi diasingkan sendiri di mana seharusnya dia lebih berjaya. Penulisnya sendiri pun bukanlah orang Indonesia tetapi lahir di Indonesia. Hella S. Haasse membangun karakter Oeroeg sebagai jiwa yang kuat atas rasa cinta tanah air.60 tahun setelah buku ini terbit di Belanda -asal Hella S. Haasse- barulah buku ini berhasil keluar di Indonesia. Sambutannya tidaklah meriah. Mungkin orang Indonesia masa kini sudah malas membaca sejarah s [...]

    8. This was Hella Haasse’s debut and nowadays she is regarded as the Grand Old Lady of Dutch Literature. And rightly so.Oeroeg – an undisputed classic of Dutch language literature – tells the story of a, perhaps naive, Dutch narrator who looks back on his friendship with a boy called Oeroeg. Both boys were born and raised in the Dutch East Indies. While the narrator is the son of a Dutch chief of a tea plantation, Oeroeg is the son of the local maid of the narrator’s household and his fathe [...]

    9. Beautiful book. I read it years ago for my Dutch literature class and now this is my first try on an audio book. I remember the book, small and blue, well read and worn, maybe my sister still owns it. But the audio version is special too. Beautiful, including music, instruments, wilderness sounds, various voices A short story. Especially the beautiful language and obversations of the surroundings by Hella Haasse are magical. I changed three stars to four stars (it's also different when you do no [...]

    10. Persahabatan dengan perbedaan ras, agama dan ideologi berbeda adalah suatu tema yang selalu saya gemari. Oleh sebab itu, saya tertarik dengan novel Oeroeg ini. Apalagi sebelumnya saya sudah menonton film-nya dan seingat saya, film itu cukup memuaskan. Membaca Oeroeg seperti mendengarkan seorang kakek tua yang sedang bercerita mengenai masa mudanya, ditemani oleh secangkir teh. Kakek itu bercerita dengan sangat tenang. Terlalu tenang malah, sehingga mungkin terkadang kita sebagai pendengar mengua [...]

    11. I was surprised to find it really comforting to open a book in Dutch and read very good storytelling. By this statement I want to say that I rarely read books in Dutch. I should read more literature in Dutch. After all I've lived in Holland twenty years now and I just discovered Hasse's writing is excellent and there are certainly more Dutch writers I should take the effort to discover. The problem I feel is I get turned off by journalism through the Dutch newspapers that I often read compulsive [...]

    12. deskripsinya kuatterutama pemandangan alam di Prianganjadi berasa melihat dan merasakan langsung suasana alam itupenggambaran sosok karakter tokoh2nya juga kuat.nggambaran suasana hati, pikiran, gerak-gerik tokohnya bagusceritanya kereenn termenungtermenungspeechlessjadi pengen nonton lagi pelemnyah

    13. A classic on the compulsory reading list of many Dutch and Belgian schools, Oeroeg shares its Dutch-Indian colonial theme with that other classic from 68 years earlier, Max Havelaar. The latter was published briefly after the Dutch government had started to force local farmers to move from rice to coffee production. This novel, on the other hand, appeared in 1948 against the background of an Indonesia that had declared its independence 3 years before while it would take the colonizer another yea [...]

    14. Seharusnya saya baca ini dahulu baru ke Sang Juragan Teh. Tapi Hella S Haasse memang sedang mengurai kenangan akan Hindia Belanda.Novel tipis ini sejatinya semacam memoar kenangan akan persahabatan dengan Oeroeg. Dan karena dua status yang berbeda inilah, aku dan Oeroeg semacam saling mengisi hingga di titik tertentu keduanya saling ingin menjadi kawannya. Oeroeg terutama yang sedang kita soroti ingin menjadi seperti anak Belanda. Kalau saya jadi Oeroeg pun akan seperti itu, karena pasti ingin b [...]

    15. Hele mooie tegenstellingen in verband met het 'ik' en 'het vreemde' die langzaam maar zeker worden duidelijk gemaakt en opgebouwd.

    16. „Der schwarze See“ von Hella S. Haasse (Lilienfeld Verlag) ist die Geschichte einer Freundschaft in den Zwanziger und Dreißiger Jahren, die von Rassentrennung und einer kolonialen Herrschaft auf Java durch die Niederländer geprägt ist. Urug und der Ich-Erzähler wachsen gemeinsam auf einer Plantage auf, der eine ist Sohn eines Arbeiters, der andere ist der Sohn des Plantagenverwalters. Trotz der gemeinsamen Jahre driften sie nach und nach auseinander, bis der Kontakt durch die inneren und [...]

    17. Knap hoe gehecht je kunt worden aan een paar fictieve personae in zo'n kort boek als dit. Op de oppervlakte gaat het over een jongensvriendschap tussen de zoon van de administrateur van een theeplantage en de zoon van een van de inheemse families die daar werken. Door omstandigheden haast als broers samen opgroeiend, samen lerend, samen ontdekkend, de Europese ik-figuur realiseert zich niet dat de samenleving het onmogelijk maakt om zo door te gaan. Achteraf gezien beseft hij dat zijn Indische v [...]

    18. Buku ini menceritakan tentang seorang anak Belanda yang lahir di Sukabumi. Dia berteman akrab dengan Oeroeg, anak seorang jongos di rumahnya. Pertemanan mereka dianggap aneh oleh orang pada masa itu. Karena anak Belanda tidak biasanya berteman akrab dengan anak pribumi pada masa kolonial saat itu. Semakin mereka dewasa, mereka pun semakin sadar akan perbedaan di antara mereka.Dari bedah buku yang gw ikuti, gw jadi tahu kalau buku terbitan tahun 1948 ini masih dibaca hingga kini oleh orang Beland [...]

    19. Dua anak lelaki berdiri bersebelahan di gerimisnya hujan. Keduanya sama-sama berusaha menurupi tubuhnya dari rintik air hujan. Yang satu memakai cara moderen, payung. Sedang yang satu memaka cara tradisional, daun pisang. Keduanya sama-sama memakai celana pendek setengah lutut, yang satu menggenakan kemeja, yang satu bertelanjang dada. Walau keduanya sama-sama anak lelaki, namun berbedaannya cukup jelas, yang satu berambut pirang, seorang sinyo. Satunya berambut hitam alias anak pribumi, inlande [...]

    20. My book club assignment was to read a book with a color on the title. Am I glad I chose Le Lac Noir.What a jewel of a book! Power-packed 122 pages. It's one of my best reads this year. I very highly recommend it.

    21. OeroegAuteur: Hella S. HaasseEerste uitgave: 1948Druk: 49ste , oktober 2009Uitgeverij: QueridoOeroeg was mijn vriend.Oeroeg is een beschrijving van het leven van een Nederlandse jongen in Indië. Ik kwam er moeilijk doorheen, ondanks dat het maar 105 bladzijden lang is. Oeroeg is een boek met hele lange zinnen en oud-hollandse woorden. Toch vond ik het leuk het gelezen te hebben, omdat zoveel mensen het ook gelezen hebben. Je kunt meepraten dus. Het is een bijzonder boek omdat het al in 1948 uit [...]

    22. OEROEGJudul ini tanpa sengaja terbaca di status currently reading seorang teman. Langsung saja ingatanku melayang ke beberapa tahun lalu, entah tahun berapa aku sudah lupa, dimana saat itu ada sebuah film berjudul sama, sebuah film yang menceritakan tentang seorang anak Belanda yang berteman dengan seorang anak pribumi di masa penjajahan bangsa kolonial tersebut.Ku teringat pula bahwa film itu dibuat berdasarkan karya sastra dari zaman lampau, entah siapa aku lupa juga. Segera saja buku ini masu [...]

    23. Originally published in the midst of a bloody battle for independence that was occurring between the people of Indonesia and their Dutch colonizers in the late 1940s, Hella S. Haasse’s debut novel, which somehow went over sixty years without ever being translated into the English language, immediately stirred up controversy in the Netherlands with those readers who envisioned their country as being a colonial powerhouse at the time. The story follows the unique and unexpected bond that develop [...]

    24. 37 - 2014#Program BUBUPertama kali dibeli dan dibaca pada bulan Oktober 2009.======================================================Baca buku ini sambil nungguin motor diservis di bengkel. Pas menjelang tamat, waktu si "aku" (di film sih namanya Johan) ketemu Oeroeg yang sudah jadi pejuang kemerdekaan dan menyuruhnya "pergi, kalau tidak kutembak", montirnya negur, "Bu, ada spare-part yang harus diganti." Aku menengok dengan air mata tergenang. Kalau memang dia lihat, mungkin waktu itu mas montir [...]

    25. “Perbedaan itu biasa. Setiap orang berbeda. Aku juga berbeda darimu. Tetapi lebih tinggi atau lebih rendah karena warna kulit wajahmu atau karena siapa ayahmu- itu omong kosong. Oeroeg kawanmu, kan? Kalau memang ia kawanmu- bagaimana bisa ia lebih rendah dibanding kau atau orang lain?”Oeroeg (baca; urug) kata yang berasosiasi memakamkan, menimbun lubang atau liang yang dalam. Oeroeg adalah sebuah kenangan sang penulis buku ini pada tanah kelahirannya.buah kata yang tertangkap dalam alam bawa [...]

    26. Dua setengah bintang deh :)Persahabatan dua anak kecil (tokoh 'aku' dan Oeroeg) yang berasal dari dua suku yang berbeda. Bukan hanya suku yang beda, tapi juga dari dua negara berbeda: yang satu penjajah, yang satu lagi pribumi yg dijajah. Awalnya semua berjalan wajar saja, namanya juga kan anak-anak ya? Anak-anak adalah makhluk paling terbuka yang bisa menerima perbedaan tanpa banyak tanya. Beda kulit, cuek. Beda bahasa, cuek. Beda warna rambut, cuek. Yang penting bisa main bareng.Tapi begitu be [...]

    27. Saya lebih suka bagian awal buku ini daripada akhirnya. Kisah si aku dan Oeroeg saat masih kanak-kanak terasa lebih hidup berkat deskripsi alam dan lingkungan sekitar perkebunan teh di Pegunungan Priangan. Saat kedua tokoh mulai beranjak remaja dan dewasa sang pengarang seakan-akan menekan tombol fast forward sehingga cerita berlalu begitu cepat. Selain itu karena sudut pandang terletak pada tokoh aku, motivasi tindakan-tindakan Oeroeg menjadi kurang jelas dan pembaca dibiarkan menduga-duga. Men [...]

    28. Haasse membawaku jauuuh ke puncak dataran tinggi tanah Priangan di awal 1900-an. Di antara hijaunya hamparan kebun teh, di naungi langit biru dan awan putih berarak, dua anak manusia menjalin persahabatan. 'Aku' anak administrateur perkebunan dan teman pribuminya Oeroeg, bersahabat sejak dalam buaian hingga masa remaja. Masa kecil yang indah, mereka menikmatinya diantara pilar-pilar serambi rumah 'Aku', gubuk bambu 'Oeroeg', berenang di sungai, menangkap capung dan kepiting merah muda. Makan ruj [...]

    29. Si "aku", seorang pemuda Belanda, mengenang kembali tanah tempatnya lahir dan dibesarkan serta persahabatannya dengan seorang pemuda Sunda Sebuah cerita (metafora?) tentang keresahan identitas diri dan nasionalisme.Bukunya tipis aja. Tapi benar-benar karya sastra yang mengagumkan. Rangkaian peristiwa dijalin padat dalam bahasa yang kaya namun ringkas. Alam Priangan serta Batavia tahun 1920-an *tahunnya nebak* dideskripsikan dengan cantik indah sampai-sampai saya kebayang 'embun di pucuk-pucuk da [...]

    Leave a Reply